Buru-buru ia menyebrang, "Permisi ada Gifta?" tanya Pelangi kepada laki-laki yang menggunakan kemeja flanel abu-abu yang ia yakini dia adalah anak teknik di kampusnya, teman Gifta. "Ro ada yang nyariin Gifta nih!" teriaknya ke Ziro. "Siapa?" sahut Ziro dari dalam. "Gu-gue Pelangi," jawab Pelangi gugup. Pelangi risih karena disini laki-laki semua, tidak ada perempuan sama sekali kecuali Bi Tum pemilik warung. Ziro keluar mendekati Pelangi, "Gifta ada?" tanya Pelangi lagi. "Masih nganterin Siska," Hati Pelangi mencelos. Siska lagi, Siska lagi, pikir Pelangi. "Oh yaudah deh," "Kayaknya bentar lagi pulang kok, lo mau nunggu nggak?" tawar Ziro. Pelangi menggeleng, "Enggak jadi, Gue pulang aja deh." pamitnya. "Nggak jadi?" beo Ziro. "Besok masih bisa kok, gue duluan ya Ziro!" Pelangi

