Bab 11

1222 Words

Cinta Permatasari POV Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, suara jangkrik terdengar samar-samar dari balik gazebo yang sekarang aku tempati, setelah sholat maghrib selesai aku terduduk lemas di lantai, dengan tangan yang menjadi penopang dagu, kaki yang mengetuk-ngetuk pelan pada tanah yang ada di bawahku. "Lho, Cinta. Lo belum pulang? Kumpul-kumpulnya dah selesai dari tadi lho." Mas Asa yang menghampiriku. Aku mendongak, dan segera menegapkan badan, "Iya, Mas. Motor mendadak mogok, sekarang aku bingung pulangnya gimana."  "Mogok kenapa? Udah dibawa di bengkel?" "Udah, di bengkel deket situ." Aku menunjuk dengan daguku, ke arah bengkel yang memang masih bisa terlihat dalam pandangan mata kami. "Katanya besok baru bisa selesai, soalnya sekarang montirnya dah pada pul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD