Part 8

1690 Words

"Dira!" Suara Gibran menggema di dalam rumahnya. Pria itu berjalan mondar mandir, sesekali mengacak rambutnya. Padahal hari masih pagi. "Ada apa kak, ini masih pagi! Dira ngantuk." Dira baru saja bangun, saat mendengar teriakan Gibran untuk ke sekian kalinya "Cepat keluar!" Dira mencepol rambutnya asal, kenapa harus pagi buta? Aku masih ngantuk, runtuk Dira. "Ya! Iya tunggu sebentar!" Sahutnya dari dalam kamarnya. Saat membuka pintu, tatapan tajam Gibran, pertama kali menyambutnya. "Astaga, Kakak. Aku ini bukan pencuri, jadi jangan menatapku seperti itu. Aku mau muntah jadinya. Huek--- huek---" Setelah menyindir Gibran, Dira berlari menuju kamar mandi yang ada di samping dapur. 'Kenapa aku jadi muntah beneran? Kan mau ngerjain si m***m itu? Atau---' Dira menatap perutnya sekilas. '

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD