Rindu Yang Sama

1105 Words

Hari semakin larut, banyak tubuh yang sudah rubuh karena lelah yang mendera. Ditambah hujan mengguyur membuat raut lelah semakin ingin terbenam dalam pekat malam. Tapi tidak bagi Tifa yang sedang menyesap kopi bergantian dengan Iko di tenda dapur. Hawa dingin menyeruak, membuat tubuh Tifa sedikit menggigil dan Iko dengan sigap meminjaminya jaket. "Sebentar lagi kita kembali pulang." Tifa menatap hujan yang menetes mengenai tenda. "Iya. Apa rencanamu setelah ini?" tanya Iko. Tifa tampak berpikir sejenak. "Menyelesaikan kuliah tentu saja. Tahun depan skripsi dan lulus." "Dan kita?" Mendengar itu, Tifa mendesah frustrasi. Tempat tinggal mereka berjauhan tentu saja. Dan hubungan LDR belum tentu akan berhasil. "Entahlah. Aku berpikir hubungan jarak jauh sedikit sulit." "Kita bisa melaluin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD