67

1698 Words

Daren menggandeng erat tangan Dara memasuki sebuah restoran terdekat. Tadinya Daren berniat mengantar Dara pulang secepatnya. Namun saat ia mendengar bunyi dari perut Dara yang berdemo meminta makan, cowok itu berubah fikiran dan lebih memilih mengisi perut terlebih dahulu. "Kenapa kita harus mampir ke resto dulu sih?! kan kamu tadi janjinya ngajak aku keluar cuman bentar." protes Dara, yang sebenarnya ingin segera pulang ke rumahnya. "Gimana bisa aku tega nganterin kamu pulang dalam keadaan perut keroncongan begitu, Ra. bisa-bisa om andre nilai aku sebagai cowok yang nggak pengertian." "Ishh! Apa-apaan?! Papa kan gak tau kita keluar bareng. Dasar!" ucap Dara, yang ingin sekali menjitak kepala Daren sekarang juga. "Ya udah, anggap aja tau." "Mana bisa begitu?!" Daren menyuruh Dara ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD