Tangan Yola terangkat naik. Hingga akhirnya... PLAKK!! Satu buah tamparan yang cukup kencang dipipi Dara, membuat tubuhnya yang terikat dikursi kayu, terhempas jatuh dan membuat kepalanya membentur lantai hingga berdarah. Didetik itu juga, ia bisa mendengar jelas seruan dari beberapa cowok yang melihat perbuatan Yola penuh kagum. Seolah tidak menyangka gadis cantik sepertinya sanggup melakukan hal sekejam itu. Rasa nyeri akibat benturan tersebut, membuat kepala Dara terasa pusing dan pandangannya menjadi berkunang-kunang. Dara berusaha keras menjaga kesadarannya. Ia tidak mau pingsan lagi seperti tadi, dan membiarkan para lelaki biadab yang berada diruangan itu, mengambil kesempatan melakukan hal jahat terhadap dirinya. Tentu saja ia tidak mau mengambil resiko seperti itu. Seolah ma

