81

2170 Words

Mendengar perkataan Ray barusan, membuat Daren untuk beberapa saat terdiam berfikir bingung, mencoba untuk berusaha mengerti apa maksud dari perkataan lelaki yang selama ini membenci dan bahkan sudah menganggapnya sebagai musuh. Keterdiaman Daren itu membuat Ray yang tadinya memunggungi, seketika berbalik dan mencetuskan sebuah kalimat bernada meremehkan. "Kenapa?? takut?" Ray tersenyum miring. "Atau lo nggak yakin bakal menang lawan gue?!" Daren berdecih sinis. "Nggak usah berlebihan. Lagian gue nggak sepengecut itu!" "Jadi~ lo nerima tantangan gue?" "Siapa takut." jawab Daren terlihat begitu yakin. "Dan gue harap lo nggak akan ingkar sama omongan lo yang tadi." "Gue itu tipe cowok yang selalu nepatin janji." "Ya... gue harap juga begitu." sahut Daren setengah tidak yakin. Tapi dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD