Epilog

2255 Words

Sejak kejadian malam itu, di mana Jagad mengungkap rahasia hatinya sekaligus memberi kabar soal pekerjaan barunya di Tehran, belum ada pertemuan lagi antara kami. Entah kenapa aku masih marah dan kecewa kepadanya. Padahal Jagad sudah berulang kali mencoba menjelaskan alasan dia nggak membicarakan soal pekerjaan barunya kepadaku. Jagad mencoba menghubungiku berkali-kali. Mengabarkan tentang kelanjutan pekerjaan barunya, juga menanyakan perkembangan keberangkatanku ke Inggris. Aku hanya menjawab pertanyaan itu dengan jawaban singkat. Masih ingat betul bagaimana aku merajuk waktu itu, bahkan sampai mengatakan bahwa aku nggak akan mengantar dia ke bandara ataupun bertemu untuk yang terakhir kalinya sebelum dia berangkat. Memalukan. Nggak seharusnya aku bersikap seperti ini kepada Jagad. Mal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD