Kabar Bahagia

1416 Words

Pagi-pagi sekali aku mengemas koper kami berdua, sedangkan Abi masih nyenyak dalam tidurnya. Aku tidak membangunkannya, membiarkannya terus tidur. Mungkin nanti setelah aku selesai beres-beres, aku akan membangunkannya. Selesai kami makan malam semalam, aku dan Abi melakukannya lagi. Aku pikir dia akan marah padaku karena sudah membongkar ponselnya tanpa seizinnya, tapi dia tidak marah sama sekali, bahkan dia semakin perhatian dan peduli padaku. Dia benar-benar lelaki idaman, bisa diandalkan. Dan mungkin itu lah yang membuatnya belum juga bangun sampai sekarang, sedangkan aku sudah terbangun sejak tadi jam 5. Biarkan saja, lagian mau apa dia kalau bangun? Hanya bisa mengganggu ataupun menggodaku saja, dan aku kurang suka dengan hal itu. Aku takut kebablasan dan malah aku lah yang memin

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD