"ga, lo bisa ngga balik sekarang. gue lagi ngga bisa di ganggu" kataku yang masih membelakangi gaga. "ma, gue bisa jelasin.... "please gaaaa" kataku memotong pembicaraan gaga. "oke, abis ini lo harus dengerin semuanya!" katanya lagi "iya, kabari saja kalau emang mau ketemu" kataku aku langsung menutup pintu gerbang, sama sekali aku tidak menatap gaga yang masih berdiri di balik gerbang rumahku. aku berusaha menahan tangis, aku berusaha menahan amarah. selain aku tidak ingin mengganggu tetangga, aku juga tidak ingin meluapkannya malam ini. amarah ini, rasa rindu ini, bahkan rasa kecewa ini harus dibayar tuntas. nanti jika di antara kami merasa perlu berbicara antara hati ke hati. aku masuk kedalam rumah, sialan sesak ini semakin parah. aku membuka jendela hanya sekedar mengintip apak

