Dewa menghembuskam napasnya kasar, jam menunjukkan pukul sembilan malam, gemericik suara air dari kamar mandi membuat Dewa tersenyum tipis, Mawar sedang mandi. Satu hal yang Dewa pikirkan, kalimat apa yang harus dia katakan kepada Mawar karena dia belum sanggup menafkahi batin Mawar. Suara pintu kamar mandi dibuka, mata Dewa tertuju pada Mawar yang menggunakan pakaian minim. Dewa tau jika Mawar berusaha menggodanya malam ini, malam pertama mereka. Namun entah kenapa tiba-tiba keraguan muncul di hati Dewa. Arum, bayangan gadis itu membuat Dewa gundah. "Udah selesai?" tanya Dewa singkat. Mawar menganggu, dia lalu duduk disamping Dewa, pakaian Mawar sangat terbuka sebagai laki-laki Dewa memang tergoda tapi dia masih bisa mengendalikan nafsunya, perasaannya gini malah gelisah memikirkan

