Biarlah aku berjalan menuju hatimu perlahan, seperti melewati jalanan bebatuan di pinggir sungai, sejuk membuatku tenang. Rio menatap Raventha, istrinya nampak cantik bak bidadari, dia tersenyum sendiri, walau dia melihat tidur Raventha yang berantakan, dia tetap tersenyum. Air liur Raventha membasahi lengannya, tetapi bukannya jijik, rio hanya tersenyum, dia memahami bahwa Raventha mungkin kelelahan. Rio tidak tega membangunkan Raventha hanya untuk jalan-jalan, dia sendiri ingin menatap wajah Raventha selagi masih tidur. Dia membiarkan Raventha tidur memeluk lengannya. Rio hanya tersenyum, meski hatinya merasa geli dan sepenuhnya belum nyaman dengan sikap Raventha, tetapi dia berusaha keras untuk menghargai Raventha yang ada di sampingnya. Rio sangat mengerti kenapa Raventha kelelahan,

