Rio menatap dengan tersenyum mata Raven, dia melihat Raven dengan lekat dan sungguh-sungguh menatap Raven, dia begitu bahagia saat Raven terlihat sangat cantik. Dia sangat manis menggemaskan. “Rav, bangun. Sudah pagi,” ucap Rio. Raven melenguh, dia lalu membuka matanya dan tersenyum menatap Rio. Dia menginginkan satu hal dalam hidupnya, bahagia selalu bersama Rio sampai akhir hayatnya. Raven pasti akan menghormati Rio dan membangun keluarga yang harmonis. “Iya, terima kasih sudah membangunkan aku,” ucap Raven lembut. Rio menganggukkan kepalanya. Saat Raven hendak bangkit Rio menarik tangan Raven, dia mendekap Raven dan meraup wajahnya, dia menatap Raven dengan sungguh-sungguh. “Boleh aku cium?” tanya Rio. Sebenarnya dia malu dengan Raven, tetapi Rio ingin mencoba hal yang baru deng

