Memasuki kantor, Ana melangkahkan kaki ke lobi. Tanpa sengaja, matanya menangkap sosok yang dikenalnya. Mata orang itu juga sedang menatapnya. "Ana?" "Erik...." Erik berjalan mendekat, kemudian mengulurkan tangan. "Gimana kabar kamu." "Aku baik," jawab Ana sambil membalas uluran tangan Erik. "Kamu ... ada apa ke sini?" "Kebetulan, aku ada urusan. Mau meeting tentang film." "Film? Yang dari novel itu, ya?" Ana mengangguk dengan sedikit malu-malu. "Wah ... hebat. Selamat, ya. Aku nggak menyangka, teman sekolahku jadi penulis." "Iya ... makasih. Kamu, kerja di sini?" tanya Ana. Erik menggeleng. "Kebetulan, rumah produksi ini milik keluargaku. Kakakku yang jadi produser. Sekali-kali, aku ke sini biar kalau udah lulus kuliah, udah tahu seluk beluk di sini." "Wah, aku nggak menyangka

