Bab 10 Ketika Topeng Mulai Retak

1565 Words

"Jadi kamu tidak akan datang malam ini?" Suara Natasha di telepon terdengar datar, namun Xavier sudah cukup mengenal perempuan itu untuk mendeteksi lapisan tipis ketidakpuasan di baliknya. "Ada rapat darurat dengan tim manajemen hotel Surabaya," jawab Xavier, menatap berkas di atas mejanya tanpa benar-benar membacanya. "Aku tidak tahu sampai jam berapa." "Kamu bilang hal yang sama minggu lalu." "Minggu lalu memang ada rapat." "Xavier." Nada Natasha berubah, lebih lembut, lebih kalkulatif. "Kamu menghindari aku?" Hening sejenak. "Tidak," jawabnya. "Aku sibuk." Natasha tidak langsung menjawab. Di balik keheningan itu Xavier bisa membayangkan perempuan itu sedang menimbang kata-kata berikutnya dengan cermat, seperti seorang pemain catur yang tidak pernah bergerak tanpa memperhitungkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD