Part 36 - Reuni

1903 Words

Bu Dinar yang mengetahui kehadiran Fadli tang tanpa diduga itu. Mimik wajahnya terlihat sangat panik. Namun meskipun begitu, bu Dinar mencoba untuk tetap tenang. Dia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. “Pak Fadli, sendirian?” “Iya, bu. Bu Dinar juga sendiri?” “Iya, Pak.” Bu Dinar mengalihkan pandangan matanya pada semangkok es buah. Dia kembali mengambil sendok demi sendok minuman itu untuk dimasukkan ke dalam mulutnya. Sembari jantungnya berdetak tak seperti biasanya. Bu Dinar yang tiba-tiba ingat apa yang dikatakan pak Dimas tetangganya. Tentang seorang laki-laki yang datang ke rumahnya. Dan setelah itu buku agendanya berada di depan pintu. Bu Dinar salah tingkah sendiri. Dia benar-benar khawatir jika Fadli adalah laki-laki yang mengembalikan agendanya. Begitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD