Sang ibu yang kini terlihat telah bersama putri kesayangannya. Masuk ke dalam ruangan bu Dinar. Haru biru menghiasi. Wanita yang sebenarnya adalah mantan mertuanya itu sudah dianggap sebagai ibu kandunya sendiri. Dania dan juga sang ibu telah mendengar dengan apa yang dikatakan bu Dinar kepada suaminya, begitu pun sebeliknya. Rois yang melihat dua wanita itu masuk ke dalam ruangan, seketika dirinya memilih untuk keluar dan pergi. “Bagaimana kondisimu, Nak?” Suara lembut snag ibu membuat bu Dinar seolah tak kuasa untuk tidak menitikkan air mata. Bahkan dia yang awalnya berusaha untuk tetap tegar dan tak memperlihatkan kesedihannya di depan Dania, sang putri satu-satunya itu. Akan tetapi beban yang dirasa bu Dinar benar-benar sudah tak bisa untuk dipendamnya lagi. Ibarat bendungan yang d
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


