Fadli yang berharap bisa menyelesaikan permasalahan rumah tangganya itu dengan baik. Sayangnya, Yanti yang baru saja pulang dan masuk ke dalam kamarnya itu, tak lama dia membawa tas besar dan hendak pergi lagi. Fadli yang terduduk di kursi ruang tamu dengan segala kecamuk di pikirannya. Dengan cepat dia berdiri dan menatap wajah istrinya itu dengan tajam. “Yan, mau ke mana? Baru pulang sudah mau pergi lagi?” “Apa masih belum jelas dengan apa yang aku minta?” “Yan, kita bisa bicara baik-baik, kamu tidak perlu pergi seperti ini.” “Bagiku sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku sudah bulat dengan keputusanku.” “Lalu bagaimana dengan Puspa, dia masih butuh kamu, Yan.” “Kamu kan bapak yang baik, aku rasa kamu bisa menjaganya.” “Yan, tenanglah dulu, besok kita bicarakan masalah

