Part 47 - Keinginan Hati

1301 Words

Fadli yang seketika menolehkan wajahnya saat dia mengetahui bu Dinar mencurahkan beban kepadanya. Dia kembali terduduk pada sebuah kursi. Mencoba menyusuri dasar hati bu Dinar yang tak tampak oleh kasat mata. Tangisan itu kembali memecah ruangan. Rasa yang semakin membuat bu Dinar sangat tidak nyaman. Dia tak tahu bagaimana bisa dia mencurahkan beban dalam dadanya pada Fadli. “Bu Dinar, saya akan berusaha yang terbaik untu ibu, ibu adalah teman baik saya.” “Tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan kondisi yang sama sekali tak pernah bisa kubayangan sendiri, Pak.” “Untuk sementara, bu Dinar tidak boleh banyak pikiran. Harus benar-benar sembuh dulu.” Saat pembicaraan mereka berlangsung, suatu kejutan penuh huru hara itu telah datang tanpa diduga. Rois telah berada tepat di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD