Otakku masih blang, belum bisa berpikir jernih. Sementara Ran, kelihatan santai saja. Dia tersenyum. "Aku udah bilang, kalau aku gak akan ninggalin kamu," katanya. Aku tercengang. Dia lupa, selama empat tahun ini, dia sama sekali tidak muncul. "Bohong!" sinisku. Ran mengusap dadanya. "Sakiiit, dikira bohong. Dari dulu suuzon melulu!" Aku masih pasang muka jutek, jurus andalan para kaum hawa. Kutunggu penjelasan Ran, eh dia malah buka baju. "Mau ngapain!" Aku mulai panik. "Panas, woi!" katanya sambil melepas kostum. "Dah, jangan mupeng, aku masih pakai baju komplit di dalem." "Idih!" Aku sok nolak. Ran menurunkan kostumnya, sampai sebatas pinggang. Kaus putihnya yang basah karena keringat, sedikit menampakkan bentuk tubuhnya. Seksi. Itu yang ada di pikiranku. Aduh, darahku ser-s

