"Maksud gue tadi!" Kara sampai menjambak rambut sendiri. Kai berjengit. Kadang, suka heran dengan orang yang gampang emosi sama tindakan dia. Apa sih, yang salah dari bergaya apa adanya? Maksudnya, kalau dia cuek dan tidak peduli pada lingkungan, anggap saja dia lagi belajar jadi diri sendiri. Melepaskan kepura-puraan yang menurutnya percuma. Ya tahulah, semacam pura-pura tersenyum, pura-pura senang didekati, pura-pura bahagia. Kurang lebih begitu. "Kaaaaai!" Gangguan berikutnya, Dizi. Ada apa dengan tenggorokan dia yang setiap hari teriak memanggil nama Kai, tapi tidak pernah radang atau serak. Justru kuping Kai yamg makin hari makin minus kadar kepekaan terhadap suara. "Tumben kita nggak ketemu di bawah. Padahal aku nungguin kamu, looh." Harusnya Kai berkata, 'Maaf Anda siapa?', ta
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


