Semakin Bahagia

1137 Words

Kok, aku tidak merasa ya mengurus Kai, sudah memakana waktu cukup lama, sampai tahu-tahu sudah besar itu anak. Ganteng sih iya, pintar juga. Hamdalah, otaknya encer meniru gen ibu, hehe. Cuma satu masalahnya, dia tuh iri banget mau ngomong. Ran versi junoir, tapi medit ngomong. Kadang aku tuh gemas mau bikin dia banyak omong sedikit, tetap tidak berhasil. Beda dari anak lain yang biasanya punya keinginan ini-itu, Kai cenderung. Dia kalau dikasih seumpama suka, cuma bergaris sedikit bibirnya, kalau tidak mau ya sudah diam. Ya, aku ytahu dia hamopir punya segala apa yang diidam-idamkan semua anak di dunia. Makanan, mainan, dan hal-hal lain bisa dia dapat. Apalagi, kakeknya super duper sayang dengan dia. Bikin dia bisa punya apa saja yang dia mau, tanpa diminta. Cuma aku penasarana, i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD