Pov : Aris |Kamu bujuk Zahra supaya benci sama aku, kan, Wit? Apa maumu, ha? Mana ada seorang ibu yang sengaja membujuk anaknya untuk membenci ayahnya sendiri. Ayah yang selama ini berjuang buat besarin dan sekolahin dia!| Kukirimkan pesan itu pada Wita. Biar saja dia tahu kalau detik ini aku benar-benar emosi. Bagaimana tidak? Zahra yang selama ini bilang selalu kangen sama ayahnya, kemarin mau aku ajak jalan-jalan justru menolak mentah-mentah. Aku sudah menjemputnya ke sekolah dia menolak, bahkan saat aku kejar lagi sampai depan g**g kontrakan ibunya pun, gadis kecilku itu tetap menolak. Aku yakin dia begitu karena pengaruh ibunya. Karena apalagi kalau bukan rayuan ibunya yang sengaja agar terlihat paling berkorban dan berjasa. Padahal aku juga sudah bilang kalau jalan-jalan kali in

