POV ELOISE Beranda rumah megah ini tampak suram dibawah awan kelabu yang menggantung di langit. Seolah-olah kepergian Malcolm menjadi alasan awan terus mendung. Udara pagi berembun dibersamai aroma tanah yang menelisik ke hidung akibat hujan yang terus menerus memainkan ritme lembut di halaman. Aku mengenakan gaun santai berwarna coral pilihan Nina. Dia bilang, gaun ini cocok untuk sarapan pagi. Tapi aku merasa warnanya tidak sesuai dengan suasana hati dan tempat yang suram ini. Kemudian Nina mengantarku ke meja, tempat sarapan lawas di Skotlandia. Aku ragu-ragu, tapi tatapan tajam ayahku membuatku untuk segera duduk. Aku duduk berseberangan. Entah mengapa, suasana menjadi tegang, seolah duduk bersamanya menjadi tradisi yang asing. Dan memang seperti itu adanya. Aku tumbuh besar tanp

