Dilema

883 Words

POV ELOISE “Hai, Jenna. Kaget juga melihatmu pagi ini,” kicauku sambil melemparkan senyum jahil. Jenna akhir-akhir ini sering begadang karena pekerjaannya. Dan rasanya kami jarang sekali mengobrol meski satu atap. “Hai juga, kau terlihat berbeda hari ini,” ucapnya dengan mata melebar. “Ya, Tuhan! Apa yang kau lakukan dengan rambutmu?” Aku menyeringai. “Aku memutuskan potong rambut sepulang kerja kemarin.” “Astaga, penampilan barumu itu sangat keren. Tapi rambut panjang itu asetmu. Kenapa kau memotongnya?” tanya Jenna. Dia mendekat dan bahkan berani menyentuh beberapa helai rambutku. Sejujurnya, aku hanya merasa kesal tanpa sebab. Entahlah. Hanya saja pria itu terus menghantui pikiranku, membuatku tidak bisa tidur nyenyak dan tidak tahan lagi. Dia bahkan tidak sopan menghilang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD