SKWAC | Chapter 19 √

1589 Words

*** Bram terkejut ketika Dafa menghubunginya setelah pamit menyusul Vivian beberapa waktu lalu. Ia menatap ponsel yang terus berdering sejak dua menit yang lalu. Sengaja Bram tak langsung mengangkatnya untuk melihat kegigihan Dafa. Hubungan mereka memang sudah membaik, hanya saja Bram ingin melihat apa yang cucunya itu inginkan kali ini. "Halo?" akhirnya setelah dering kesekian kalinya, Bram mengangkatnya juga. "Ada apa, Daf?" tanya pria yang sudah berumur itu. Di seberang sana, di negeri orang nan jauh di sana Dafa mengembuskan napasnya dengan lega. Ia mendudukan diri setelah tadi merebahkan diri pada tempat tidurnya. "Kakek, Dafa mau minta bantuan," jawab Dafa secara langsung. Ia tak suka basa basi untuk masalah sepenting ini. "Katakan!" sikap keduanya sama saja. Bram juga bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD