Saat tiba di rumah, Aldan mendaratkan bokongnya di sofa dan menatap Zee yang berjalan menuju kamar. “sayang, kenapa?” tanya Aldan saat melihat Zee yang tidak semangat. Zee menoleh. “Aku masih mengantuk. Aku mau tidur sebentar lagi. Kalau mau ke rumah Papa Zafran, pintu dikunci pake password aja. Jangan membunyikan bel.” Zee berpesan seperti itu sebelum masuk ke kamar. Aldan melotot. Zee benar-benar menggemaskan jika sudah sangat mengantuk seperti itu. Kesempatan itu langsung diambil oleh ALdan untuk ke rumah Zafran. Ia berjalan ke kamar untuk ganti baju menjadi lebih santai dan kemudian dia juga pamitan dengan Zee. “Sayang, aku ke rumah Papa Zafran. Kalau kamu nanti bangun dan aku belum balik, kamu susul aja ke sana, ya.” Zee hanya melambai lalu kembali menarik selimut sebatas lehe

