78. Menunggu Dia Pulang

1484 Words

Aldan meninggalkan rumah penyekapan yang sudah ludes dimakan api bersama tubuh Elvan dan dua pemabuk lainnya yang terseret dalam masalah ini. Wajah Aldan yang belakangan ini terlihat seperti manusia pada umumnya penuh senyum bahagia dan binar gembira kini berubah diselimuti aura iblis. Aldan yang dulu kembali yang gila dengan kekerasan, kriminal dan tindakan lainnya. Hanya saja, ia sudah tidak menjadi pembunuh. Namun, hari ini Aldan sudah mencap dirinya pembunuh dengan mengakhiri tiga nyawa dalam kobaran api yang tidak bisa lagi dipadamkan. Saat membelah jalan sepi dengan motornya, perasaan Aldan seolah mengatakan ada hal buruk yang akan terjadi padaya hari ini. Entahlah! Ia hanya merasa waktu berjalan terlalu lambat dan untuk bertemu dengan Zee hari ini seakan banyak batu tajam yang hend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD