80. Mencari Aldan

1084 Words

“Apa yang terjadi, Pak?”  Ryan yang baru masuk ke ruang kerja Zafran langsung bertanya tanpa basa-basi. Zafran bangkit dari kursi kebesarannya dan pindah ke sofa di mana Ryan sekarang duduk. “Semua kacau, Ryan. Seharusnya, saya tidak melibatkan kamu dalam hal ini karena saya ingin kamu menjadi pengacara terbaik tanpa kebusukan nama karena membela orang yang salah. Namun, satu sisi saya yakin, Aldan tidak bersalah dalam hal ini.” “Aldan?” Ryan menggaruk kepalanya. “Orang kepercayaan, Pak Zafran yang dingin minta ampun itu?” Ryan terkekeh. Ia ingat betul saat pertama bertemu dengan Aldan saat masuk ke kantor Zafran.Dia ditakuti dengan obeng yang tajam dan seraya berkata, kalau mau mencari mati, jangan di depan saya. Zafran menghela napas membuat Ryan berhenti tertawa.  “Penangkapan Aurel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD