Pagi buta, Aldan sudah bangun dari tidurnya lalu sibuk di dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya dan juga Zee. Terlihat senyum mengembang di bibir entah sejak kapan. Jangan tanya itu dulu lantaran sang tuan pecinta sedang bucin akut kepada kekasihnya. “Setelah membuat sarapan, aku dan Zee akan sarapan setelah itu akan mencari rumah untuk tempat tinggal yang baru.” Aldan berbicara sendiri layaknya orang gila dan senyum masih saja mengembang di bibirnya. Lelaki dingin nan arogan bahkan lelaki penjahat yang suka sekali mencari masalah dengan cara kriminal sekali pun akan menjadi seseorang yang lembut ketika sudah bertemu dengan perempuan yang tepat menurutnya. Akan dijadikan puteri olehnya di istana hati seolah tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti bahkan semut. Itu bukan tanpa alas

