empat puluh tujuh

1316 Words

"Kakeek..." Rahmadji Bratasusena tidak pernah berpikir bahwa yang ia lakukan beberapa detik yang lalu sebagai upaya menyelamatkan cucunya akan membuatnya memaki dan bersumpah bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatan ceroboh dan konyol itu lagi. Mulanya dia berpikir, apabila mobil sedannya yang berharga amat mahal itu menghantam buntut mobil milik Dio, mantan calon cucu menantu kurang ajar yang berani menculik cucu perempuan satu-satunya, pemuda itu akan celaka. Tapi Rahmadji yang berusia enam puluhan itu lupa, ada Kirana di sebelah Dio, terancam di bawah tekanan moncong pistol yang membuatnya tidak berkutik. Karena itulah, segera setelah mobil yang Dio kendarai menabrak dua pohon cemara besar di dekat gerbang yang telah roboh, akibat ulah Budi sang sopir sebelum ini, Rahmadji buru-buru k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD