dua puluh enam

1510 Words

Subuh-subuh sekali, keesokan harinya, Kirana bersorak dalam hati ketika Adjie keluar dari rumah dengan gayanya yang biasa, misterius dan terlihat amat sibuk. Ia bahkan tidak sadar ketika Kirana muncul dari dapur saat dirinya sedang menelepon seseorang dengan sikap yang berbeda seperti saat ia bersama Kirana. Waktu mata mereka beradu, Adjie hanya tersenyum lalu mendekati Kirana sebelum ia menggantungkan tasnya di pundak. "Gue balik agak sorean, ya. Lo tunggu di rumah. Ada sesuatu buat lo nanti." Katanya sambil mengusap lembut rambut Kirana. Gadis itu hanya diam sambil tersenyum kikuk menanggapi perkataan Adjie yang sedang fokus menatap wajahnya. "Lo kenapa, sih? Grogi diginiin sama gue?" Tanya Adjie curiga melihat sikap Kirana. Dengan cepat gadis itu menggeleng dan memperbaiki rambut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD