dua puluh dua

1245 Words

Tarik napas Hembuskan Tarik napas Hembuskan Kamu bisa, Ina... Bunyi ketukan berkali-kali, yang awalnya teratur dan berirama dengan nada sama "Tok! Tok! Tok!", berubah jadi sedikit keras, "Duuk! Duuk! Duuk!" Kirana tidak mau mendengar. Ia masih saja berjongkok di bawah tempat tidur sambil menahan getaran tubuhnya. Gila saja, Adjie Wishaka benar-benar bandar narkoba. Atau mafia. Pokoknya sesuatu seperti itu. Apa jadinya kalau kakek Rahmadji tahu dia kenal seorang bandar narkoba atau mafia, lalu dia adalah seorang Wishaka dan kenyataan bahwa mereka juga tinggal bersama. Kakek pasti murka dan menendang dia dari rumah besar. "Samenleven dengan Wishaka? Jangan harap kamu bisa menyandang nama Bratasusena lagi. Memalukan keluarga kamu, Kirana Azalea." Kirana memejamkan matanya, masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD