"Sudah bangun ?" Ilka melotot tak nyaman lantaran mendapati seorang pria yang dicarinya kemarin tengah dalam kondisi duduk santai di dalam rumahnya. Ditatap tajam sosoknya justru mengukir senyuman menyebalkan yang membuat Ilka tak perlu berpikir dua kali untuk memukulnya. "Bagaimana bisa kau disini ?" Ilka mengarahkan jari telunjuknya tepat ke depan hidung si lawan bicara. Dan lagi yang ditanya malah tertawa hambar. "Ah, baju yang bagus." Seringai canda pemuda itu menyadarkan si gadis akan sebuah kode. Ditatap penuh tubuhnya dari atas bawah. Hingga dirinya cukup sadar atas penampilan paginya yang super awut awutan. Tak perlu menunggu, satu detik pintu ditutup keras. Ilka masuk ke dalam kamarnya. Diluar sana pria itu justru lebih parah menertawainya. "Gezz.. Jangan bergerak, aku puny

