Hanya Satu Kesempatan

857 Words

"Ada apa Zion mukamu terlihat sangat buruk." Itu bukan sebuah pertanyaan, hanya sebuah statment yang tak perlu dijawabnya. Cukup dihiraukan seperti sebelumnya. Itulah yang Zion tanamkan dalam dirinya. Masih ada satu tahun sebelum dia melangkah menuju dunia dewasa, dan baginya itu terlalu lama. Bahkan dalam hitungan bulan dia akan menjadi seorang ayah. Hal seperti itu jelas menjadi sebuah pembuktian bahwa dirinya dewasa lebih dulu daripada kakaknya. Berpikir soal itu, ada sesuatu yang mengganjal dalam benaknya. Sebuah bentuk asumsi yang dia sendiri tak tahu kebenarannya. Alasan, dia butuh alasan. Mengapa Lena menimpakan semua bencana ini pada dirinya ? Sesuatu seperti itu bukan saja mengganggu, tapi menghancurkan setiap keping kehidupannya. Meski dia juga tak bisa berbuat banyak. Mempersa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD