"Gak mau masuk dulu?" "Tidak, lain kali saja," ucap Rama seraya mengelus pelan rambut Ayu. "Fahri ada di dalem?" "Ada mungkin, jam segini dia gak pernah kemana-mana," timpal Ayu dengan senyum simpul. Rama hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Ayu yang masih berdiri di depan pintu. Rama sebenarnya ingin membawakan barang yang dipinta Fahri saat bertemu di kafe Ayu kemarin. Dia pergi ke mobil untuk membawa ponsel keluaran terbaru yang sudah di pesan oleh Rama. Biarlah, ini tidak ada apa-apanya dibanding hati seseorang yang saat ini tengah di perjuangkan. Hati adik dari sang kekasih. Menunggu beberapa saat bersender di depan mobilnya, merasakan udara dingin yang menusuk kulit menjernihkan pikiran dari sekeliwet pekerjaan kantor yang menumpuk. Mulai m

