Chapter 22

1318 Words

"Tumben, biasanya lo paling rajin."        "Mana Shilla?" Rian menunjuk dengan dagu yang terangkat.        "Tuh, biasa."         Fahri mengumpat kesal. "s**t!" dengan cepat dia berlari ke tempat dimana biasa Shilla menyendiri. Lelaki itu tahu setiap Shilla habis di  bully oleh serigala and the gank, dia selalu ke tempat itu.       Ama, Daisy dan Amel Einstein si ketua gank selalu mengganggu Shilla. Mereka tidak suka kehadiran gadis itu yang selalu di dekati oleh Fahri. Dan parahnya Amel menyukai Fahri, ia tidak terima kalau Shilla yang harus Fahri sukai, bukan dirinya.        Gadis itu sekarang tengah menangis tersedu, di belakang sekolah gudang kosong, di bangku panjang Shilla meluapkan perasaannya. Bangku dan gedung kosong di sampingnya sering menjadi saksi curhatan gadis itu.      

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD