"Perlu kutemani turun?" Hanya dengan melihat sorot mata Ivy saja, Rocky tahu perasaan gadis itu sedang bergejolak. "Aku sendiri saja," sahut Ivy mantap. Rocky meraih tangan Ivy dan meremasnya. "Kau yakin?" "Harus aku yang melakukannya. Hanya aku yang bisa." Meski setiap kali mengingat sosok Jane membuat hati Ivy diliputi kemarahan, untuk saat ini ia harus mengesampingkan hal itu. Ia sendiri yang harus bertanya pada Jane, tidak bisa orang lain. "Kalau begitu lakukan dengan tenang. Jangan terpancing untuk marah seperti apa pun sikapnya nanti," ujar Rocky mengingatkan. "Aku akan mengingatnya dengan baik." Ivy mengedipkan sebelah matanya kemudian tersenyum lebar sebelum melangkah keluar dari mobil Rocky. Rocky balas melambai pada Ivy. "Aku akan menunggu di sini." Untunglah Rocky sudah

