Rena telah menyiapkan segalanya, Hana telah ia beri infus berisi obat bius agar tidak terbangun saat ia menjalankan aksinya. Tujuannya adalah tempat wawancara Nina yang digunakan stasiun televisi tadi pagi, ia kenal betul tempat itu. Rumah peninggalan Damar yang telah ia jual. Ia tidak habis pikir, bagaimana Nina bisa kembali memiliki rumah itu? Padahal ia sudah menjualnya pada Ketua RT di kompleks perumahan mereka dulu. "Kamu benar-benar licik Nina! Sekarang saatnya giliranmu untuk merasakan kematian! Pertama, aku akan buat kamu menderita dengan kehilangan bayimu, setelah itu baru nyawamu yang akan aku habisi!" gumam Rena, sambil menatap cermin di hadapannya. Sebelum tengah malam, ia keluar dari rumah itu dan mengemudikan mobilnya menuju rumah peninggalan milik Damar yang kini Nina tem

