Triinnnggg..., triinnnggg..., triinnnggg...!!! Suara lonceng yang berbunyi tiga kali itu terdengar jelas dari dalam sebuah kamar yang tertutup. Di dalam kamar itu hanya ada sebuah jendela kecil untuk jalan masuk udara. Suasananya gelap, di sudutnya hanya ada lampu bohlam kecil berukuran lima watt, dan ada tempat tidur besar tepat di bagian tengah. KREKKK!!! Kunci pintu yang terbuka membuat suara lonceng tadi berhenti. Seorang Pria masuk ke dalam kamar itu. "Paman Damar? Paman butuh sesuatu?" Triinnnggg..., triinnnggg...!!! Dua kali berbunyi, yang mengisyaratkan sebuah jawaban yang artinya adalah 'iya'. Pria itu mendekat ke samping tempat tidur Damar, lalu mendekatkan telinganya. "Per...gi..., ca...ri..., Ni...na...," bisik Damar. "Bagaimana dengan Paman?" tanyanya. "Per...gi...,"

