Dimas melepas earphone yang sejak tadi ia pakai untuk mendengar Radio dari ponselnya. Acara itu sudah selesai, ia lega karena Nina bisa melaluinya tanpa merasa canggung dengan rekan yang baru dikenalnya. Ia hendak kembali menuju kelas yang di ajarnya di MTs itu, namun keberadaan Silvi yang sama-sama KKN dengannya di sana membuatnya berhenti melangkah. "Bagaimana siarannya? Apakah Ukhti Nina terdengar baik-baik saja?" tanya Silvi, yang tak sempat mendengarkan sendiri siaran itu melalui ponselnya. "Alhamdulillah, Ukhti Nina terdengar baik-baik saja. Dia tidak canggung sama sekali," jawab Dimas. Ada kelegaan yang tergambar di wajah Silvi, Dimas melihatnya sekilas. "Alhamdulillah Ya Allah. Afwan karena saya bertanya pada Akh Dimas, saya tadi tidak sempat mendengarkan sendiri, karena ternya

