Kana akhir-akhir ini merasa cukup bahagia. Setidaknya, pengalaman yang pernah ia lalui dimasa-masa awal pernikahan tidak terulang kembali. Perkembangan Gika, membuat banyak kemajuan bagi intensitas hubungan Kana dengan Gina. Karena tidak terasa, Gika sudah menginjak usia tiga tahun. Kana bahagia, juga Gina. Tapi yang membedakan, Kana bahagia sepenuhnya—disaat seperti ini—sedangkan Gina merasa tidak sepenuhnya. "Cemberut lagi, sih? Kamu jangan bete terus dong, sayanggg." Gina melampiaskan rasa kecewanya dengan membanting buku yang ia baca, tapi tidak ia resapi sama sekali. Pikiran dengan raganya berpendar jauh, tidak mengait sama sekali. "Siapa yang nggak kesel, sih? Anak sama bapaknya selalu ninggalin mamanya!" sungut Gina bersedekap tangan. Dielusnya pundak Gina. Sebagai suami siaga—p

