Yang ada di hadapan Kana saat ini adalah, Ghani. Laki-laki yang tidak tahu asal nya dari mana, sukses mengganggu suasana damai keluarga kecilnya. Ya, Kana sudah mengatakan jika semua yang ada saat ini adalah keluarga kecilnya... tidak untuk Ghani. Perkenalan yang Ghani lakukan membuat mata Ilyas menyipit, sama sekali bukan masalah jika seorang Gina membuat kebaikan luar biasa, bagi Ilyas itu sudah menjadi kebiasaan Gina. Tapi yang menjadi masalahnya, Ilyas merasa pernah mengenali orang tersebut. "Asal dari mana?" tanya Ilyas membuat pembahasan yang sengaja dia juruskan pada Ghani. "Oh, dari Surabaya." Ghani begitu santainya menjawab. "Muka kamu agak oriental, ya." Ilyas sangat biasa ketika melontarkan pertanyaan tersebut. "Iya. Ada turunan Korea, dari pihak Ibu." Orang-orang yang ada

