Aleana tergugu. Ketika ia sampai diambang pintu ruang rawat sang ayah. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana kondisi sang ayah saat ini, semenjak pertama kali mendapatkan kabar. Namun, tetap saja Aleana tidak mampu menahan kesedihannya melihat sang ayah yang kini terbaring tidak berdaya dengan beberapa alat medis yang menancap di tubuhnya. "Kamu harus kuat," ucap Abraham seraya merangkul Aleana dan menuntunnya untuk masuk. Disini, Abraham seakan menjadi tempat bersandar yang begitu kuat bagi Aleana.. Meski kondisinya masih sangat lemah karena belum pulih benar dari sakit, pasca masuk rumah sakit beberapa hari yang lalu. Aleana mengangguk pelan. Menarik nafasnya dalam-dalam dan berusaha menelan kembali air mata yang telah siap tumpah. Tapi sekuat tenaga ia tahan agar sang ibu tidak m

