Bab 44

1078 Words

"Vin, sudahlah. Aku tidak ingin menjadi duri dalam rumah tangga kamu Dan cukup sampai disini menjadi laki-laki baik untukku karena aku tidak butuh itu." "Aku tau itu. Kamu tidak butuh aku tapi Aisya butuh kamu. Kamu juga harus sadar kalau apa yang kami lakukan itu salah. Sampai kamu harus diikat seperti ini." Davin menarik kedua sudut bibirnya. "Aku mohon padamu untuk satu kali ini, Alya. Dengarkan aku agar tugasku sedikit mudah. Tidak apa kamu benci dan menolak aku. Tapi kau harus bangkit demi Aisya. Kasihanilah Riyan yang sedih melihatmu seperti ini." "Jangan sok tau. Kamu tidak akan pernah ngerti aku." "Itu katamu. Buktinya aku mengerti dan selalu ada untukmu. Dan tolong, buang jauh segala pikiran buruk demi Aisya. Tidakkah kamu kasihan dengannya? Sudahlah kehilangan ayah, kasih say

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD