Sementara itu di apartemen Papa dan Mama Terry. Malam itu Terry dinasihati oleh kedua orang tuanya mengenai permasalahan rumah tangganya. Tata belai-belai kepala putra bungsunya itu yang ada di atas pangkuannya. Terry mengaku sangat sedih terpisah dari istri dan anak-anaknya. Dia merasa sulit bertindak karena sikap keras Paula. “Ah. Mama jadi ingat dulu saat awal-awal mengandung Mbak Hera di Caen. Mama dan Papa saling cemburu. Papamu mencemburui Mama yang berjalan dipapah Curtis di kampus, Papa menyangka bahwa Mama memiliki hubungan spesial dengan Curtis. Padahal Mama sedang mual-mual karena hamil muda. Papa marah-marah menuduh Mama yang nggak-nggak. Lalu Papa kamu meminta maaf, sampai dia mengaku saking cemburunya dengan Mama dia sempat membayangkan b******u dengan teman perempuannya.

