Terry mendengus. “Ya ngapain negurlah?” “Ih. Kan kamu juga kenal dia,” Terry menggeleng tertawa. “Kenal sih kenal. Tapi nggak berarti harus negur atau bagaimana … lagian posisiku agak jauh dari tempat dia duduk.” “Kok sendirian ya … Claire tuh pasti ajak siapa kalo mau nongkrong … dan nggak mesti kita-kita sih.” Paula masih saja menggumam dan berpikir keras tentang keadaan Claire. Terakhir dia temui Claire kira-kira tiga bulan lalu dan saat itu Claire bercerita belum memiliki momongan sampai sekarang. Claire saat itu terlihat baik-baik saja dan tetap ceria. “Jauh banget nongkrong di sini. Dia kan tinggalnya di Karawaci,” gumam Paula lagi. Terry menggeleng tersenyum melihat wajah Paula yang mendadak serius memikirkan Claire. “Udah ah. Jangan serius begitu deh. Mungkin dia punya ur

