Sementara itu Paula terus mengerang dan merintih. Sentuhan bibir Terry ke miliknya benar-benar dahsyat hingga dia merasa sekujur tubuhnya terkunci dalam lautan kenikmatan. Sampai pada akhirnya, beberapa menit kemudian, dia mulai merasa kebas di pangkal pahanya. “Terry. Oh … Terry,” desah Paula lemah. Cengkeraman tangannya di kepala suaminya juga melemah. Paula rentangkan kedua tangannya di atas kasur, membiarkan oral Terry terus bergerak. Paula tersenyum bahagia karena yakin ujung nikmat akan dia rasakan segera. “Oooooh,” desah Paula panjang sambil menatap nanar langit-langit kamar. Tubuhnya mengerjang-ngerjang bak cacing kepanasan. Paula raih kepuasan. “Indah banget, Beb,” desah Paula. Terry beranjak dari terungkapnya dan menindih Paula. “Kamu basah banget. Banjir di sana,” ujar

