-8.4-

1192 Words

Perang batin sempat dirasakan oleh Edwin yang kini menggeram dengan kesal di sana, karena jujur saja, ia bingung dengan keputusan yang akan diambil olehnya. Namun, ketika mendengar suara bayi Dhimas yang terbangun, pada akhirnya ia pun memutuskan untuk menolong lima orang yang berada cukup jauh dari sana. Kaki dan tangan Edwin bergerak begitu cepat menuruni gedung tersebut, ia pun sesegera mungkin menutupi bayi Dhimas yang ada di gendongannya dengan penutup telinga dan ia menghalangi pandangan bayi Dhimas dengan jaket besar yang ia kenakan di sana, “oke! Tunggu aku kawan!” ucap Edwin seraya meraih pemukul miliknya dan kemudian ia berlari menghampiri mereka yang tengah sibuk menghadapi para zombie itu. Jangan pernah meragukan Edwin berlari, meski tubuhnya berada di batas limit seperti k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD