Jessica menggendong boneka cukup besar yang telah ia belikan untuk Wilona. Rumah milik William sama besarnya dengan rumah milik Alex. Ia menggunakan tangan kirinya untuk memencet bel. Sudah tiga kali ia memencet belnya namun pintu tidak kunjung terbuka. Jessica melirik jam tangannya. Ini benar pukul sepuluh siang. Sesuai waktu datang yang janjikan kepada Wiliiam. William juga sudah mengatakan bahwa dirinya ada di rumah bersama Wilona. Lalu kemana laki-laki itu. “Kami disini.” Mendengar suara bariton itu, Jessica membalikkan badannya kemudian tersenyum. Seketika ia terkejut melihat gadis yang duduk di kursi roda. Akan tetapi ia segera memberikan wajah seceria mungkin. Jessica melangkah mendekati mereka. “Hai..” sapanya. Gadis di kursi roda itu tersenyum. “Kakak Jessica?” tanyanya. Jess

